Tuesday, December 14, 2004

Ulangan sejarah kelas 2 SMA tahun 1995...

ULANGAN SEJARAH
Tanggal : 5 April 1995
Kelas : 2 SMA
Pokok bahasan : Perang Dunia I

1. Apakah yang dimaksud dengan ultranasioalisme?
Ubro : (Benar)
Ultranasionalisme = rasa cinta tanah air yang berlebihan
Kuya : (Benar)
Nasionalisme (rasa cinta tanah air yang berlebihan
Anie : (Benar)
Sikap kebangsaan/nasionalisme terhadap suatu bangsa yang berlebihan
Ndunk : (Benar)
Cinta tanah air yang berlebihan

2. Apakah akibat ultranasionalisme di Eropa?
Ubro : (Salah)
Munculnya kesombongan suatu bangsa
Kuya : (Salah)
Terbentuknya FIFA, UEFA, COMMENBOL, AFC, CBF shg ada piala dunia
Anie : (Salah)
Akibatnya : menimbulkan sikap ingin menguasai
Ndunk : (Benar)
Perang dunia I

3. Apa pandangan buku Wealth Of Nations?
Ubro : (Salah)
Menurut pandangan saya, buku Wealth of Nations isinya tidak bermutu, bohong alias tidak bisa diterapkan, juga menyusahkan yang baca.
Kuya : (Benar)
Bahwa pemerintah seharusnya tidak turut campur dalam bidang ekopnomi
Anie : (Salah)
Kemakmuran untuk masyarakat
Ndunk : (Salah)
Whale Of Nature mengatur tentang pelestarian ikan paus yang nyaris punah

4. Peristiwa apa yang menyebabkan timbulnya paham liberal?
Ubro : (Salah)
Revolusi Prancis
Kuya : (Salah)
Revolusi industri di Inggris
Anie : (Salah)
* Perang di Prancis
* Perang koalisi
Ndunk : (Salah)
Diberlakukannya sistem rodi dan tanam paksa

5. Apakah liberalisme?
Ubro : (Benar)
Liberalisme = paham kebebasan
Kuya : (Salah)
Paham kebebasan hak-hak asasi manusia di dalam transfer pemain
Anie : (Salah)
Liberalime : paham yang mengutamakan kepentingan hak asasi manusia
Ndunk : (Salah)
Paham yang dianut para liberalis

6. Apa arti PD I?
Ubro : (Salah)
PDI = Partai Demokrasi Indonesia?!?
Kuya : (Salah)
Sudah adanya kompetisi liga yang teratur
Anie : (Salah)
Bahwa karena hampir semua negara ikut perang
Ndunk : (Salah)
PD I = Perang Dunia pertama

7. Sebutkan 3 contoh pertentangan antar negara di Eropa!
Ubro : (Benar)
* Jerman - Prancis
* Prancis - Inggris
* Inggris - Jerman
Kuya : (Benar)
* Jerman - Prancis (perebutan kekuasaan di Eropa)
* Jerman - Inggris (perebutan kekuasaan di bidang industri dan niaga)
* Inggris - Prancis
Anie : ("Austria-Inggris" salah, jadi jawabannya salah)
* Rusia - Jerman : Politik Air hangat Rusia
* Austria - Inggris
* Inggris - Jerman
Ndunk : (Salah)
* Juventus - Milan
* Real Madrid - Juventus
* Milan - Real Madrid

8. Peristiwa apa yang menyebabkan AS terlibat PD I?
Ubro : (Salah)
Dibomnya Pearl Harobur oleh Jepang pada tahun 1941 (lupa tanggalnya). Otomatis AS mengamuk dan menyatakan perang terhadap Jepang. Dan dalam waktu singkat Jerman, Italy dan Jepang berhasil dibantai habis2an. Tapi Jepang bersikeras tidak mau menyerah sehingga pada tanggal 6 Agustus 1945 Hiroshima dibom AS dan disusul Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945... dan pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya.
Kuya : (Salah)

Anie : (Salah)
* Kapal Lucetania ditenggelamkan oleh Jerman
* Kapal Sasech ditenggelamkan lagi oleh Jerman

Ndunk : (Benar)
Perang kapal selam

9. Apa sebab khusus PD I?
Ubro : (Salah)
PDI berdiri karena dibubarkannya PKI sesudah Perang Dunia ke-2...
Kuya : (Salah)

Anie : (Benar)
Terbunuhnya putra mahkota Austria Frand Ferdinand dan istrinya Graffin Sophi
Ndunk : (Salah)
Untuk mengetes peralatan perang paling modern pada saat itu

10. Apa isi perjanjian Versailles?
Ubro : (Salah)
Jerman menyerah pada sekutu
Kuya : (Salah)

Anie : (Jawaban ke-5 salah, jadi salah)
* Kota Danzig dijadikan kota merdeka
* Kapal 2x dagang Jerman di serahkan kepada Inggris
* Koloni 2x Jerman dibagi bagikan antara Inggris, Prancis dan Jepang
* Jerman harus membayar kerugian perang
* Daerah dekat Sungai Ryn dikuasai oleh Austria (sebagai jaminan)
* Jerman harus memperkecil pasukannya
Ndunk : (Salah)
Semoga hasil ulangan kali ini tidak jelek lagi

Skor total
Ubro : 3
Kuya : 3
Anie : 2
Ndunk : 3

-------------------------------------------------

{Apa pula itu?}

Itu ulangan sejarah beberapa anak yang sekelas sama saya waktu saya SMA dulu.

{Ah, kau ini... ulangan nilai tiga saja kau bangga-banggakan. Pantas negara ini tidak maju-maju!}

[Heueuh, goblog! Eta teh nyaan ulangan?]

Beneran!

[Siah niat pisan ngumpulkeun ulangan ponten goreng. Euweuh gawe pisan, goblog. Aing we mun ulangan meunang ponten hiji geus disoek.]

{Kau ini sedang kehabisan ide rupanya, sampai yang begitu saja kau pamerkan. Kapan lah kita diskusi lagi?}

Nanti deh, ada saatnya. Tunggu aja

[Siah mah janji-janji we beul, bari euweuh realisasina!]

Saturday, November 27, 2004

Sepenggal percakapan di Jl. Citarum 30, tanggal 27 Oktober 2002.

Tingkat akurasi dialog di bawah adalah 35%

Ubro : Halo Gung, masih ada di sini?
Agung : Masih dong, emangnya mau ke mana lagi?
Ubro : Gimana bisnis makanan kucingnya?
Agung : Goblog, kucing gua keracunan dikasih makanan kucing...
Ubro : Kayak punya kucing aja loh
Agung : Emang bukan kucing gua. Itu kucing yang suka datengin ke rumah gua. Tepatnya, kucing yang kalo minta makan sukanya datengin rumah gua.
Ubro : Oh, gitu ... eh Gung, kira-kira dalang pengeboman Bali siapa?
Agung : Itu sih orang Indonesia yang dendam sama yang di Sari Club.
Ubro : Kok bisa dendam?
Agung : Itu kan katanya klub khusus orang Australia, orang Indonesia nggak boleh masuk. Jadinya ada yang dendam.
Ubro : Terus?
Agung : Maunya sih iseng aja nakut-nakutin yang di Sari Club pake petasan. Eh, kebetulan ada truk berisi bom lewat. Jadinya ada ledakan bom.
Ubro : Kok bisa kebetulan ada truk berisi bom lewat yah?
Agung : Itu sebenarnya bom yang mau dipake buat bahan peledak, buat bukain tambang di Freeport sana. Kebetulan aja waktu itu lewat Bali....
Ubro : Tapi katanya itu bom C4, masa' macem C4 dipake buat bukain tambang?
Agung : Orang Indonesia kan belom bisa bedain jenis bom. Jadi aja, petasan dibilang C4.
Ubro : Terus, kalo KTP yang ketinggalan di lokasi kejadian itu apaan?
Agung : Begini... setengah jam setelah kejadian 'kan ada sukarelawan dari organisasi Islam yang bantuin di lokasi. Nah, salah seorang sukarelawan itu nggak sengaja ngejatuhin dompetnya. Dompetnya isinya cuman duit sama KTP. Terus dompetnya ada yang nemu, lalu dompet sama duitnya diambil. KTP-nya 'kan dia nggak butuh, jadi ditinggal aja. Gitu.
Ubro : Tapi kok baca berita di koran sama TV, kok beda ya...
Agung : Yang di TV itu cuman cerita yang dilebih-lebihkan. Sebenarnya yang terjadi sesederhana itu kok.

*Tiba-tiba Gobing datang menyela*
Gobing : Eh, Red Alert ada di komputer nggak?
Ubro : Nggak ada tuh.
Gobing : kata si Fanna ada.
Ubro : Oh, kalo gitu sih ada.
Gobing : Naha tadi bilang nggak ada?
Ubro : Kirain nanyain komputer yang di rumah.
Gobing : Goblog.
Ubro : Si Blenjing mana euy?
Cecep : Tah di warteg.
Agung : Eta budak, dahar wae nu dipikiran...

*Tanz dan Yuste datang menginterupsi, Agung cari temen ngobrol yang lain*
Tanz : Bro, imel gue udah dimasukin ke milis belom?
Ubro : Udah gue kirim surat undangannya dua minggu yang lalu kok...
Tanz : Gue buka imel minggu lalu kok nggak ada?
Ubro : Berarti gue salah nulis alamat imel. Apaan sih imelnya? tanz_fee@xxxxx.xxx kan?
Tanz : Iyah.
Ubro : Ntar deh gue kirim lagi.
Yuste : Imel gue juga dong, masukin ke milis.
Ubro : Imelnya apa? Perasaan yang nice_mind udah nggak ada lagi tuh.
Yuste : Hancur sama loe ya?
Ubro : Enak aja. Loe aja nggak pernah buka kali.
Yuste : Iya sih. Kalo gitu masukin aja nightwarm@xxxxx
Ubro : Nightworm, cacing malam?
Yuste : Night-w-a-r-m.
Ubro : Malam anget? Oke deh. Tau lagi nggak imel anak-anak lainnya?
Tanz : Kalo Aldi udah tau kan? Kasepz pake Zet.
Ubro : Yang di lovemail yah? Lovemail kan udah nggak ada lagi...
Gobing : Loe ya yang bikin Gosip gue putus di milis?
Ubro : Nggak pernah ada gosip tentang loe di milis! Kalo gosip mah biasanya seputar si Agung sama si Blenjing.
Gobing : Saha deui Blenjing teh...
Yuste : Emang milis isinya sekarang apaan?
Ubro : Yang terakhir topiknya tentang tuntutan buat bubarin Tarka... emang
siapa sih yang bilang gosip tentang lo Bing?
Gobing : Si Ucok, basa eta keur dahar-dahar, ngomong...
Ubro : Laaah, si Ucok udah setauh keluar dari milis. Imelnya udah ilang.
Tanz : Ucok imelnya sekarang cizzel@xxxxx
Ubro : Sizzle?
Tanz : C-I-Z-Z-E-L!
Gobing : Jadi siapa yang nyebarin gosip tentang gue di milis?!?!?!?!
Ubro : Nggak ada gosip tentang loe! Tanya aja si Agung atau si Taffy!
Gobing : Kalo gitu, bikin aja gosip memperingati dua tahun...
Ubro : Dua tahun apaan? Dua tahun putus Gobing sama Lia?
Gobing : Goblog! Bukan! Dua tahun Tania sama Rifi.
Tanz : Hey, jangan bawa-bawa gue dong!!!
Gobing : Tulis di milis, besok dua tahun jadian Tania sama Rifi tanggal 28.
Oktober. Ditunggu makan-makannya di Swiss Butcher.
Ubro : Swiss Bakery?
Gobing : Bodo siah! Swiss Butcher!
Ubro : Kirim gosipnya pake imel loe aja yah.
Gobing : Emang aing boga imel?
Ubro : Masa' lupa sih?? Dulu 'kan udah pernah dibikinin... gobing@dogmail.com.
Yuste + Tanz : hahaha
Gobing : Anjing! Dogmail pisan!
Ubro : Tapi kan sesuai...

*Angsa yang dari tadi bengong aja ikutan nimbrung*
Angsa : Tanz, besok loe dua tahun jadian? Kok tanggalnya sama ya?
Tanz : Loe juga Sa? Wah kebetulan dong...
Gobing : Tulis aja Bro. Besok dua tahun jadian Tania sama Rifi. Ditunggu makan-makannya di Swiss Butcher.
Ubro : Oke deh. Kalo dua tahun putusnya Gobing-Lia kapan?
Gobing : Goblog, aing mah masih jadian jeung si Lia!
Ubro : Kok udah pada jadian sih? Kasianilah kami-kami yang masih jomblo (sambil ngerangkul Gobing, sok akrab tea...)
Gobing : Goblog, aing tong dibabawa! Aing mah geus teu jomblo deui!
Tanz : Jangan ditulis di milis dong! Gue kan besok sidang?
Ubro : Ha?? Sidang??
Tanz : Iya dong.
Ubro : Semester tujuh udah sidang? Wah kurang ajar banget! Si Gobing aja udah semester lima belas masih nyantai, belom sidang-sidang!
Gobing : Anjing, aing tong dibabawa!
*Gobing pundung*
*Agung dateng menginterupsi*
Agung : Hey, udah pada masuk belom? Sana, masuk!

*Perbincangan terhenti sampai di sini. Anak-anak pun pada masuk buat melayat jenazah, lalu pulang*

--------------------------------------------------------------------

[Nanaonan ieu? Naha teu aya ngaran aing di dialogna?]

Kamu kan nggak ikutan waktu itu!

[Ah, siah mah keki we ka aing, beul! Bener pan ceuk aing oge, blogna geus tilu bulan teu diurus!]

{Bro, tak mutu kali dialog kau di atas. Gosip saja kau bisanya. Pantas saja negara ini tak maju-maju!}

Sori, lupa passwordnya. Sekarang baru inget. Nanti deh, saya lanjutin blognya... cari ide dulu...

Thursday, August 12, 2004

Acara TV beregejul!!! Damn those TV stations!

[Siah mah bisana ngan ngagorengkeun batur wungkul, goblog. Ngaca beul!]

Kenapa sih tiap saya mau bicara, kamu selalu nyela duluan?

[Tong nyentak beul, bisi dibabuk!]

{Kalian ini kerjanya selalu saja bertengkar. Sementara rakyat kecil pada kelaparan, kalian malah berbuat yang tak produktif. Pantas sajalah negara ini tak maju-maju...}

Udah dong, kembali ke pokok bahasan. Menurut kalian, kenapa acara TV jaman sekarang banyak yang menyedihkan?

[Eta mah siah we nu ngomong kitu, goblog. Aing mah resep lalajo tipi, da' bintang pelemna tea gareulis.]

{Taulah kau, tak pernah aku tonton itu televisi. Eh, kau malah suruh aku komentar. Kau tahu, banyak tu wawancara tak bermutu di majalah dan koran karena yang tak kompeten yang diwawancaranya. Kau mau buat wawancara yang seperti itu?}

Loh, kamu bukannya nggak pernah nonton gara-gara acaranya banyak yang nggak bermutu?

{Betul itu. Memangnya kenapa?}

Nurut kamu, kenapa acara tivi nggak mutu?

{Aku paling tak suka itu dubbing. Dubbing itu buat orang jadi malas baca. Kacau kali. Sekarang apa saja didubbing. Sampai film horor berbahasa Inggris pun kena dubbing. Kacau lah.}

Setuju! Kartun-kartun kesukaanku didubbing semua, jadi nggak enak nontonnya.

{Ah, kau ini yang ditonton cuma kartun saja. Coba semua orang seperti kau. Bagaimana negara ini mau maju?}

Biarin dong. Suka-suka! Lagian sekarang saya cuma nonton Tom And Jerry, soalnya itu satu-satunya kartun yang nggak didubbing. Kalo liat kartun lainnya... jadi sedih deh.
Masa' Looney Tunes didubbing, padahal ciri khas Looney Tunes kan ada di dialognya. Tiap tokoh punya karakter khas masing-masing. Tapi itu semuanya ilang gara-gara dubbing! Misalnya, si Elmer Fudd kan aslinya cadel dan ngomongnya imut, tapi pas didubbing suaranya jadi kayak penjahat. Nggak ada lagi tuh 'wascawy wabbit, malah jadi 'kelinci...' tau ah, lupa. Terus 'I tawt I taw a puddy tat' jadi 'kukira aku melihat seekor kucing'. Apaan tuh? Jadi nggak berkarakter!

{Kau bisa juga banyak omong kalau topiknya yang macam begini. Lanjutkan!}

[Aing asa teu diwaro kieu...]

Saya pengen liat, nanti kalo The Simpsons ditayangin lagi bakal didubbing apa nggak. Pengen tau, ntar dubbernya ngedub 'doh'-nya si Homer kayak gimana. Apalagi nanti kalo film Yellow Submarine ditayangin. Kalo sampe didubbing bisa rusuh...

{Kau ini katanya tak suka dubbing, tapi kesannya kau justru mendukung dubbing. Tak jelas kali kau. Hancur negara ini kalau semua orang tidak konsisten seperti kau!}

Kalo gitu, gantian dong kamu yang ngomong.

{Ah kau ini. Bilang saja kau tak tahu mau bicara apa lagi! Ya sudah. Aku tak suka dubbing karena acara televisi jadi terdengar monoton. Lihat saja, acara televisi yang ada cuma berbahasa Indonesia dan Inggris. Kalau mau dengar bahasa lain mesti pakai televisi yang bisa bilingual. Siapalah yang sanggup beli televisi seperti itu. Bodoh kali orang-orang televisi itu.}

Iya, terus konyolnya, acara tivi itu bikin kesan kalo semua orang di dunia bisa ngomong pake bahasa Indonesia. Malah ada logat khasnya masing-masing. Misalnya, film India didubbing, logatnya jadi kayak gitu. Terus film Jepang didubbing, logatnya jadi kayak gimana. Dan seterusnya. Dan saya yakin orang India, Jepang atau apalah, kalo ngomong bahasa Indonesia, nggak ada yang logatnya kayak di film yang didubbing! Dan tanpa mesti ngeliat filmnya, cuma modal dengerin dialognya aja saya bisa tau kalo itu aslinya film India, Jepang, Cina, Amerika atau telenovela yang didubbing.

[Hei, naha aing teu diwaro kieu?]

{Aku juga tak habis pikir, kenapa itu film-film luar harus didub?}

Iyah. Ntar jangan-jangan kalo kita ngekspor film ke luar, gantian film Indonesia yang didubbing di sana. Itung-itung bales dendam...

{Ah, mimpi kau. Di negeri sendiri saja film Indonesia tak laku, apalagilah di luar negeri sana. Kau ini dangkal kali pikirannya. Generasi muda yang tak pernah berpikir panjang macam kau ini yang bikin negara tak maju-maju!}

Eh, kamu nyadar nggak kalo kita ngomongnya udah lumayan panjang... udah hampir 4k nih!

{Lah, baru 4k. Biasanya kau kuat sampai ratusan. Lanjutkan!}

Tapi kalo tulisannya panjang kan, orang jadi males baca. Survei membuktikan, di tempat kuliah saya dulu, 95% orang yang buka e-mail pake pine akan langsung mencet tombol 'D' kalo dapet imel yang isinya panjang.

{Ah, survei kau itu tak ada yang valid! Tak percaya aku pada itung-itungan statistikmu itu! Lanjutkan!}

Iya deh. Jadi alasan pertama kenapa kamu nggak suka nonton tivi adalah karena dubbingnya. Terus alasan kedua apa?

{Kenapa jadi aku yang mesti bicara?}

Kamu yang minta ngelanjutin.

{Ah, kau ini. Alasan kedua kenapa aku tak suka nonton tivi...}

[Geus ah, aing indit. Barangke siah, teu ngawaro aing!]

Dadah...

{Lanjutkan... alasan kedua kenapa aku tak nonton tivi, stasiun televisi itu latah semua! Kalau ada itu acara di televisi stasiun lain yang sukses pastilah pada ikut-ikutan. Tak kreatif kali mereka itu. Pantaslah pertelevisian negara ini tak maju-maju.}

Misalnya AFI ya? Terus yang lainnya pada bikin Indonesian Idol, KDI, Indonesian Model... terus apa lagi ya...

{Ya, itu contohnya. Dan taulah kau orang Indonesia ini belum dewasa. Tiap acara seperti itu, bukan yang bagus nyanyinya yang menang, tapi yang bersimpatik dan penampilannya keren. Payah kali itu penonton yang memilih. Tak ngerti aku, mau-maunya mereka kirim SMS banyak-banyak untuk yang seperti itu. Buang-buang duit saja.}

Iya, bener. Masa' si Delon jadi satu-satunya kontestan cowok yang tersisa di Indonesia Idol... Michael sama Lucky yang jauh lebih bagus malah tersisih. Beneran payah tuh penontonnya. Si Delon jelas-jelas cuman ngandalin tampang kok bisa masuk 4 besar. Ntar jangan-jangan malah si Delon yang menang...

{Kalau sampai itu si Delon yang menang, pantas sajalah kalau permusikan negara ini tak maju-maju.}

Iyah, orang lebih ngeliat tampang daripada suara...

[Goblog siah anjrit! Siah mah sirik lantaran si Delon leuwih kasep ti siah! Bener pan?]

Loh, katanya mau pergi...

[Tong ngalihkeun topik, beul! Kitu-kitu ge si Delon mah kasep, bisa asup Indonesian Idol. Coba mun siah miluan audisi, beul. Nu jiga maneh mah moal diloloskeun ku si Indra Lesmana oge. Meureun we siah bakal dihujat bebeakan ku jurina. Siah mah sora goreng tapi bisa we ngagorengkeun batur, goblog! Ngaca beul, ngaca!]

{Benar kali itu Bro. Tak baik kau jelek-jelekkan orang seperti itu.}

Iya deh... kembali ke topik semula. Tadi sampe mana?

{Kalau tak salah, tadi kita bicara tentang stasiun televisi yang latah. Kalau ada apa-apa yang laku pastilah ditiru.}

Oh ya ya. Inget sekarang. Kasih contoh lain dong, gimana latahnya stasiun-stasiun tivi kita.

{Contoh lain ya... kau ingat itu Meteor Garden yang beberapa tahun lalu pernah sukses di Indonesia? Kau lihat saja apa yang terjadi setelah itu. Itu para pemain sinetron dicarinya yang rambutnya gondrong, matanya sipit dan mukanya persegi. Semuanya jadi mirip Tau Ming Se.}

Iya yah... terus sejak Ada Apa Dengan Cinta ditayangin di bioskop, kayak di sinetron juga muncul banyak tokoh yang kribo, cuek dan demen puisi...

[Keun wae atuh, da' si Toming Se mah kasep. Si Rangga ge kasep. Dian Sastro komo. Teu jiga siah. Siah mun maen pelem mah moal aya nu nempo, pang alusna ge jadi piguran!]

Udah dulu ah ngomongnya. Jadi males nih. Ntar kapan-kapan kita sambung lagi kalo nggak ada si Udung.

[Naha kudu teu aya aing? Siah mah keki pisan ka aing, beul! Babuk geura ku aing!]

-----
Daftar hadir :
Ubro
[Udung]
{Dorman}

Wednesday, August 04, 2004

43% sopir angkot di Bandung mengaep?

{Mengaep? Istilah dari mana pula itu?}

Mengaep berasal dari kata 'Aep'. Aep adalah seorang sopir angkot jurusan Kebon Kelapa - Dago yang punya kebiasaan menyandarkan tangan kanannya ke jendela pintu yang terbuka pada saat nyetir mobil. Jadi, mengaep berarti nyandarin tangan kanan ke jendela pintu yang terbuka pada saat nyetir mobil. Ngerti?

[Siah sangeunahna pisan nyieun istilah jiga kitu. Emangna maneh geus menta ijin ka si Aep?]

Belom sih, tapi dia pasti bangga kalo namanya dijadiin istilah kayak gitu. Sukur-sukur nanti namanya masuk kamus besar bahasa Indonesia. Kan lumayan, bisa dibangga-banggain.

{Kau ini... apalah yang bisa dia banggakan dari hal seperti itu? Bagaimana negara ini mau maju kalau hal seperti itu saja dibangga-banggakan?}

[Heueuh... sok nyaho pisan siah, goblog!]

Udah, udah... nggak baik ngomongin orang. Begini. Minggu lalu, ketika saya melewati Jalan Surapati, saya iseng ngitungin sopir angkot yang mengaep. Hasilnya, dari 100 sopir angkot yang diamati, 43 di antaranya mengaep. Kebanyakan sopir angkot yang mengaep adalah sopir angkot jurusan Cicaheum - Cibaduyut...

[Baleg we, beul! Cicaheum Ledeng mah teu ngaliwatan Jl. Surapati. Goblog, siah mah menyesatkan wae, anjrit!]

{Apal 'kali kau sama trayek angkot di Bandung!}

[Aing mah kieu-kieu ge cerdas, beul. Teu jiga baturan aing nu hiji ieu.]

Eh salah... kebanyakan sopir angkot yang mengaep itu sopir jurusan Cicaheum - Ciroyom. Kesimpulan kasarnya, 43% sopir angkot di Bandung mengaep...

{Yang seperti itu kau sebut penelitian?}

Emangnya kenapa?

{Tak valid itu... aturan kau amati juga kelakuan sopir angkot di ruas jalan lain. Amati juga kalau hujan lebat, apakah ada sopir angkot yang meng... yang berbuat seperti itu. Baru kau bisa simpulkan berapa persen sopir angkot yang... apa pun itu istilahnya tadi.}

Wah, nggak ada waktu. Lagian kayaknya 43% udah cukup valid

{Kau ini cepat 'kali puas. Baru sekali kau amati sudah merasa puas. Pantaslah negara ini tak maju-maju!}

[Heueuh, beul. Siah niat pisan ngitungan nu kitu. Jiga nu euweuh gawe we. Kaciri pisan siah teh pengangguran, goblog.]

Iya deh. Nanti tak amatinya lagi tuh sopir angkot. Nantikan laporan berikutnya, oke?

-----
Daftar hadir :
Ubro
[Udung]
{Dorman}

Tes

Tes tes tes...
Inikah yang namanya blog?

[Goblog siah, gaptek pisan anjrit. Kuliah we di impormatika, tapi teu nyaho blog-blog acan!]

Sori atuh... sebenernya sayah malesh bikin yang ginian. Nggak tau mau nulis apaan. Nggak ada ide. Tapi berhubung ada yang nyaranin daku untuk bikin yang beginian, terpaksa deh... lagian nggak ada salahnya 'kan nyobain?

[Ah, siah mah pipiluan we. Tarohan jig jeung aing, tilu bulan ti ayeuna maneh geus poho jeung nu kieu]

Waduh...

{Protes! Kenapa si... si... siapapun itu... ngomongnya pake bahasa Sunda kasar?}

Biarlah... kan orang Bandung

[Kumaha aing beul. Siah tong loba protes! Bisi dibabuk ku aing...]

So, ladies and animals. Inilah isian pertama saya in my first blog. Sori kalo bahasanya rada acakadut dan campur-aduk nggak jelas. Ini gara-gara si Udung nggak...

[Bisa we siah nyalahkeun batur!]

Udah ah...

--------
Para pemeran :
Ubro
[Udung]
{Dorman}